Senin, 27 Juni 2016
“Good
morning !”
“Morning
!” Aku
membalasnya dengan setengah tersenyum
“Hey ada apa ? Jangan cemberuuut !” Dia memanyunkan
bibir merahnya itu. Dialah Helen sahabatku. Ah ! Aku tak tahan melihatnya.
Gemas ingin aku cubit.
“Tidak ada, aku hanya sedikit tidak enak badan
karena kemarin kehujanan”
“Oke aku mengerti” sambil tersenyum lebar
memamerkan giginya yang rapi
Kami mengobrol hingga jam pelajaran ketiga
selesai. Dan waktu istirahat dimulai. “saat yang paling menyebalkan” gerutuku
dalam hati. Kulihat diluar sudah berjejeran siswi – siswi yang berparas cantik,
mulai mengejek siapapun yang lewat didepannya, kecuali pada laki – laki yang
berkriteria yang pernah aku ceritakan sebelumnya. Aku tahu bahwa aset yang ada
di tubuh mereka semuanya palsu. Ah sudahlah ... Aku tidak ingin berususan lagi
dengan mereka.
Biasanya aku dan Helen menghabiskan waktu
dikantin, mengobrol, tertawa hingga perut kram, yaa tak ada kegiatan lain yang spesial.
Ding
dong dong deng ... Suara bel tanda sekolah berkahir pun
berbunyi. Aku berpisah dengan Helen di persimpangan jalan karena memang arah
rumah kami berbeda.
Aku pun menunggu bis seperti biasa. Tak ada yang
aneh, hingga aku merasa seperti ada yang memperhatikanku. Aku melirik sekitar
dengan hati – hati. Normal gumamku dalam hati. Hanya ada dua orang perempuan
berusia separuh baya, seorang kakek, dan pelajar dari sekolah lain yang duduk
dibangku paling belakang dekat pintu keluar.
Saat aku akan turun, kakiku tergelincir dan
hampir terjatuh. Dan seketika ... Bruk ! Tubuhku menubruk siswa yang tadi duduk
paling belakang itu yang turun lebih dulu sebelum aku. Beberapa saat kemudian
.. Tak ada respon. Kami saling membungkuk dan berlalu.
Hingga hari – hari berikutnya, laki – laki yang
aku bertubrukan denganku itu sering muncul dan satu bis denganku. Pernah kami
sesekali saling bertukar senyum namun kami masih belum kenal satu sama lain.
Tapi, aku merasa seperti sudah kenal lama dengannya.
Langganan:
Postingan (Atom)